Beranda » BERITA » Relikui Santo Antonio dari Padua

Relikui Santo Antonio dari Padua

Relikui Santo Antonius Padua

Relikui Santo Antonius Padua

Keluarga saya mengenal Santo Antonius Padua sebagai pelindung dan penjaga keluarga. Sehingga di rumah kami dan kemanapun kami pergi selalu kami bawa arca St. Antonius Padua. Keluarga kami juga memiliki devosi khusus kepada St Antonius Padua, terutama setiap tanggal 6 Juni keluarga besar berkumpul dan berdoa semalaman. Terkadang doa keluarga didahului dengan misa pada sore harinya. Tradisi ini saya tidak tahu sudah berlangsung berapa lama, tetapi sejak saya masih kecil devosi ini sudah dilaksanakan dan masih dilaksanakan hingga saat ini.

St Antonius Padua adalah seorang imam serikat Fransiskan (OFM) asal Portugal yang hidup antara tahun 1195 dan 1231. Dia meninggal di Padua pada tanggal 13 Juni 1231 di Padua pada usia 35 tahun. Dia mati muda. Setahun kemudian, yakni pada tanggal 30 Mei 1232, dia dikanonisasi oleh Paus Gregorius IX menjadi orang kudus. Hari kematiannya dirayakan sebagai dalam liturgi gereja Katolik hingga saat ini.

Menghormati relikui St Antonius Padua

Menghormati relikui St Antonius Padua

St Antonius Padua dikenal sebagai pelindung barang yang hilang. Umat Katolik yang kehilangan benda atau barang penting sering berdoa melalui perantaraannya dan banayak kesaksian yang barang atau bendanya ditemukan kembali. Ia juga dikenal sebagai pelindung orang yang tersesat, baik itu tersesat secara fisik (di jalan) maupun tersesat secara rohani, kehilangan arah hidup atau imam, jangan lupa berdoa kepada Tuhan melalui St. Antonius Padua. Dia juga pelindung orang miskin dan kelaparan, para musafir dan pelancong (sehat dan selamat dalam perjalanan), ibu hamil dan wanita mandul. Di Amerika Latin dan Eropa, dia dikenal juga sebagai pelindung para pelaut dan nelayan.

Saya dengar bahwa relikuinya dibawa ke Sydney pada Jumat tanggal 5 Juni 2026, saya menyempatkan diri mengikuti misa dan memberikan penghormatan kepadanya. Saya memilih mengikuti misa pada jam 11, karena perjalanan dari rumah ke Katedral St Maria Segala Bangsa Sydney dengan kereta memakan waktu 1 jam 30 menit.

Antri untuk memberi penghormatan

Antusiasme pengunjung ternyata sangat luar biasa. Saat tiba di katedral, kami lihat orang sudah membludak. Pelataran katedral sudah penuh. Orang berbondong-bondong pergi untuk memberi penghormatan.  Tua, muda dan anak-anak, semua antri untuk melihat relikui sang orang kudus. Kami bertemu dengan orang yang baru selesai misa pagi, dan kami yang akan memulai misa siang. Setelah misa, kami pun melakukan penghormatan. Di luar pun sudah banyak orang antri untuk mengikuti misa sore.

Saya kaget melihat banyaknya orang yang pergi. Padahal itu adalah hari Jumat, hari kerja dan hari sekolah bagi orang Australia. Ada yang datang satu keluarga besar, bapak, mama, anak-anak, oma/opa, om dan tanta. Kami antri selama kurang lebih 30 menit. Ada satu keluarga yang antri berdampingan dengan kami. Suami-istri bercerita alasan mereka sekeluarga datang (Suami/istri, anak-anak dan oma/opanya). Mereka katakan bahwa hari ini mereka semua meliburkan diri. Suami-istri libur kerja dan anak-anak libur sekolah karena ini adalah peristiwa langka. Peristiwa yang mungkin bisa terjadi sekali seumur hidup. Bisa juga terjadi beberapa tahun lagi baru akan ada atau mungkin juga puluhan tahun baru akan terjadi lagi.

Antri memberi penghormatan

Mendegar kisah mereka berjuang untuk datang ikut misa, kami menyesal mengapa tidak terpikir sebelumnya untuk membawa anak-anak melihat relikui St. Antonius. Melihat langsung relikui St. Antonius Padua pun merupakan kesempatan langka, tidak semua orang bisa melihatnya. Kami sangat berbahagia bisa melihat dan menyentuhnya.

Kami pun mendoakan anak-anak, seluruh keluarga besar dan kenalan di mana saja berada. Semoga St. Antonius mendoakan kita semua agar kita bisa mencapai tujuan hidup kita, dan terutama mendoakan mereka yang kehilangan orang-orang terkasih, mereka yang kehilangan arah, kehilangan harapan, kehilangan kasih, mereka yang sedang dalam perjalanan agar tiba di tempat tujuannya dengan selamat dan sehat. Mereka yang membutuhkan dan mengarapkan anak bisa diberikan anak dalam keluarga mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less