<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BERITA &#8211; Bukhae Oe Noni</title>
	<atom:link href="https://bukhaeoenoni.com/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bukhaeoenoni.com</link>
	<description>My WordPress Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2026 12:08:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-AU</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/cropped-Elegant-Golden-Emblem-Logo-Edited-Edited-32x32.png</url>
	<title>BERITA &#8211; Bukhae Oe Noni</title>
	<link>https://bukhaeoenoni.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>School Dental Program &#8211; Pengalaman pemeriksaan gigi Ifo dan Afu di sekolah</title>
		<link>https://bukhaeoenoni.com/school-dental-program-pengalaman-pemeriksaan-gigi-ifo-dan-afu-di-sekolah/</link>
					<comments>https://bukhaeoenoni.com/school-dental-program-pengalaman-pemeriksaan-gigi-ifo-dan-afu-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 11:52:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatah gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan gigi gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Program kesehatan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[School Dental]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bukhaeoenoni.com/?p=165</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Setelah kurang lebih 1.5 tahun anak-anak mengenyam pendidikan di sini, awal bulan Maret lalu kami mendapat amplop yang berisi dokumen persetujuaan orang tua dan informasi mengenai pemerikaan gigi di sekolah dengan menggunakan klinik bergerak dari pemerintah NSW. Pastinya sebagai orangtua, saya sangat senang karena biaya ke dokter gigi di sini sangat mahal dan asuransi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-169 aligncenter" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_9174.heic" alt="" width="335" height="447" />Setelah kurang lebih 1.5 tahun anak-anak mengenyam pendidikan di sini, awal bulan Maret lalu kami mendapat amplop yang berisi dokumen persetujuaan orang tua dan informasi mengenai pemerikaan gigi di sekolah dengan menggunakan klinik bergerak dari pemerintah NSW. Pastinya sebagai orangtua, saya sangat senang karena biaya ke dokter gigi di sini sangat mahal dan asuransi Kesehatan kami tidak menaggungnya. Apalagi di brosurnya tertulis kalau pemeriksaan ini gratis…. Alias free….</p>
<p style="font-weight: 400;">Namun beberapa hari kemudian setelah mengembalikan amplop yang telah saya lengkapi, saya dihubungi pihak sekolah yang meminta nomor kartu medicare alias Kartu BPJS yang ditanggung negara…. Hati saya lulu… Saya sampaikan kalua kami sekeluarga hanya memiliki asuransi BUPA sebagai bagian dari item wajib sebelum pengajuan visa pelajar di Australia. Lalu mereka menyampaikan, pemeriksaan tetap bisa dilakukan nantinya, namun untuk tindak lanjut harus ke dokter gigi yang private atau kami harus bayar dari kantong kami sendiri lagi… Saya pun mengiyakan saja. Semua warga negara atau status permanent residen (PR) di sini mendapatkan manfaat Medicare, dari hasil pajak penghasilan mereka yang dipotong setiap pemerimaan gaji… (bisa per minggu/ dua minggu). Akhirnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh petugas mobile dental school, Ifo dan Afu diperiksa bersamaan.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-167 alignright" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_9172-2.heic" alt="" width="311" height="414" /></p>
<p>Pihak sekolah menghubungi saya jika saya ingin mendampingi anak-anak saat permeriksaan. Pastinya dengan senang hati saya mengiyakan dan datang ke sekolah 10 menit sebelum jadwal yang ditentukan. Saya diarahkan langsung ke lokasi pemeriksaan yaitu klinik berjalan atau mobile dental service dan langsung bertemu petugasnya yaitu seorang dokter gigi dan perawat gigi. Mobilnya lengkap sekali.</p>
<p style="font-weight: 400;">Diawali dengan mengecek biodata siswa, mengukur berat dan tinggi badan. Ifo yang dahulu diperiksa dan diminta untuk duduk di kursi pemeriksaan. Saya meminta ijin untuk mengabadikan foto sebagai kenang-kenangan. Dokter pun mengijinkan dengan catatan tidak mengambilkan foto wajah nya juga. Ya, peraturan mengenai fotografi merupakan salah satu hal yang sangat penting disini. Kita tidak bisa sesuka nya mengambilk foto dan share tanpa persetujuan mereka. Selama pemeriksaan dokter sangat ramah untuk berkomunikasi dengan anak-anak maupun saya. Hasil pemeriksaan mendapatkan Ifo memiliki caries di gigi susu nya yang wajib dikontrol agar tidak menyebar ke gigi permanent lainnya. Dokter menyarankan untuk menganti jenis pasta gigi Ifo untuk memperlambat dan mencegah caries bertambah.</p>
<p style="font-weight: 400;"><img decoding="async" class="wp-image-170 alignleft" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_9176.heic" alt="" width="278" height="370" /></p>
<p style="font-weight: 400;">Setelah Ifo selesai, lanjut bagian Afu. Memang saat ini gigi Afu banyak yang kosong karena pergantian dari gigi susu ke permanen. Hasilnya baik, namum dokter meminta Afu meragakan cara dia menyikat gigi. Afu pun tanpa malu-malu mempraktekkan nya. Dokter memberikan koreksi mengenai beberapa hal agar hasil sikat gigi Afu tambah maksimal. Setelah semua selesai, mereka diberik bingkisan yang isinya adalah sikat dan pasta gigi serta stiker mengenai bagaimana menjaga kebersihan mulut dan gigi. Ifo dan Afu Kembali ke kelas dan saya pun pulang ke rumah untuk bersiap pergi kerja.<img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-173" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_9180-2.heic" alt="" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-166 alignright" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_9171-2.heic" alt="" width="441" height="331" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bukhaeoenoni.com/school-dental-program-pengalaman-pemeriksaan-gigi-ifo-dan-afu-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Relikui Santo Antonio dari Padua</title>
		<link>https://bukhaeoenoni.com/relikui-santo-antonio-dari-padua/</link>
					<comments>https://bukhaeoenoni.com/relikui-santo-antonio-dari-padua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 12:03:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Catholic Church]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Reliquary]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Antonius Padua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bukhaeoenoni.com/?p=153</guid>

					<description><![CDATA[Keluarga saya mengenal Santo Antonius Padua sebagai pelindung dan penjaga keluarga. Sehingga di rumah kami dan kemanapun kami pergi selalu kami bawa arca St. Antonius Padua. Keluarga kami juga memiliki devosi khusus kepada St Antonius Padua, terutama setiap tanggal 6 Juni keluarga besar berkumpul dan berdoa semalaman. Terkadang doa keluarga didahului dengan misa pada sore [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_146" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-146" class="wp-image-146 size-medium" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-300x400.jpeg" alt="Relikui Santo Antonius Padua" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-146" class="wp-caption-text">Relikui Santo Antonius Padua</p></div>
<p>Keluarga saya mengenal Santo Antonius Padua sebagai pelindung dan penjaga keluarga. Sehingga di rumah kami dan kemanapun kami pergi selalu kami bawa arca St. Antonius Padua. Keluarga kami juga memiliki devosi khusus kepada St Antonius Padua, terutama setiap tanggal 6 Juni keluarga besar berkumpul dan berdoa semalaman. Terkadang doa keluarga didahului dengan misa pada sore harinya. Tradisi ini saya tidak tahu sudah berlangsung berapa lama, tetapi sejak saya masih kecil devosi ini sudah dilaksanakan dan masih dilaksanakan hingga saat ini.</p>
<p>St Antonius Padua adalah seorang imam serikat Fransiskan (OFM) asal Portugal yang hidup antara tahun 1195 dan 1231. Dia meninggal di Padua pada tanggal 13 Juni 1231 di Padua pada usia 35 tahun. Dia mati muda. Setahun kemudian, yakni pada tanggal 30 Mei 1232, dia dikanonisasi oleh Paus Gregorius IX menjadi orang kudus. Hari kematiannya dirayakan sebagai dalam liturgi gereja Katolik hingga saat ini.</p>
<div id="attachment_142" style="width: 310px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-142" class="wp-image-142 size-medium" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.31-300x400.jpeg" alt="Menghormati relikui St Antonius Padua" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.31-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.31-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.31-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-142" class="wp-caption-text">Menghormati relikui St Antonius Padua</p></div>
<p>St Antonius Padua dikenal sebagai pelindung barang yang hilang. Umat Katolik yang kehilangan benda atau barang penting sering berdoa melalui perantaraannya dan banayak kesaksian yang barang atau bendanya ditemukan kembali. Ia juga dikenal sebagai pelindung orang yang tersesat, baik itu tersesat secara fisik (di jalan) maupun tersesat secara rohani, kehilangan arah hidup atau imam, jangan lupa berdoa kepada Tuhan melalui St. Antonius Padua. Dia juga pelindung orang miskin dan kelaparan, para musafir dan pelancong (sehat dan selamat dalam perjalanan), ibu hamil dan wanita mandul. Di Amerika Latin dan Eropa, dia dikenal juga sebagai pelindung para pelaut dan nelayan.</p>
<p>Saya dengar bahwa relikuinya dibawa ke Sydney pada Jumat tanggal 5 Juni 2026, saya menyempatkan diri mengikuti misa dan memberikan penghormatan kepadanya. Saya memilih mengikuti misa pada jam 11, karena perjalanan dari rumah ke Katedral St Maria Segala Bangsa Sydney dengan kereta memakan waktu 1 jam 30 menit.</p>
<div id="attachment_145" style="width: 410px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-145" class="wp-image-145 size-medium" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-2-400x300.jpeg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-2-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-2-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.33-2-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-145" class="wp-caption-text">Antri untuk memberi penghormatan</p></div>
<p>Antusiasme pengunjung ternyata sangat luar biasa. Saat tiba di katedral, kami lihat orang sudah membludak. Pelataran katedral sudah penuh. Orang berbondong-bondong pergi untuk memberi penghormatan.  Tua, muda dan anak-anak, semua antri untuk melihat relikui sang orang kudus. Kami bertemu dengan orang yang baru selesai misa pagi, dan kami yang akan memulai misa siang. Setelah misa, kami pun melakukan penghormatan. Di luar pun sudah banyak orang antri untuk mengikuti misa sore.</p>
<p>Saya kaget melihat banyaknya orang yang pergi. Padahal itu adalah hari Jumat, hari kerja dan hari sekolah bagi orang Australia. Ada yang datang satu keluarga besar, bapak, mama, anak-anak, oma/opa, om dan tanta. Kami antri selama kurang lebih 30 menit. Ada satu keluarga yang antri berdampingan dengan kami. Suami-istri bercerita alasan mereka sekeluarga datang (Suami/istri, anak-anak dan oma/opanya). Mereka katakan bahwa hari ini mereka semua meliburkan diri. Suami-istri libur kerja dan anak-anak libur sekolah karena ini adalah peristiwa langka. Peristiwa yang mungkin bisa terjadi sekali seumur hidup. Bisa juga terjadi beberapa tahun lagi baru akan ada atau mungkin juga puluhan tahun baru akan terjadi lagi.</p>
<div id="attachment_143" style="width: 410px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-143" class="wp-image-143 size-medium" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.32-2-400x300.jpeg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.32-2-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.32-2-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-19.57.32-2-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-143" class="wp-caption-text">Antri memberi penghormatan</p></div>
<p>Mendegar kisah mereka berjuang untuk datang ikut misa, kami menyesal mengapa tidak terpikir sebelumnya untuk membawa anak-anak melihat relikui St. Antonius. Melihat langsung relikui St. Antonius Padua pun merupakan kesempatan langka, tidak semua orang bisa melihatnya. Kami sangat berbahagia bisa melihat dan menyentuhnya.</p>
<p>Kami pun mendoakan anak-anak, seluruh keluarga besar dan kenalan di mana saja berada. Semoga St. Antonius mendoakan kita semua agar kita bisa mencapai tujuan hidup kita, dan terutama mendoakan mereka yang kehilangan orang-orang terkasih, mereka yang kehilangan arah, kehilangan harapan, kehilangan kasih, mereka yang sedang dalam perjalanan agar tiba di tempat tujuannya dengan selamat dan sehat. Mereka yang membutuhkan dan mengarapkan anak bisa diberikan anak dalam keluarga mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bukhaeoenoni.com/relikui-santo-antonio-dari-padua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jasintah Sogen diwisuda Master of Education pada the University of Adelaide</title>
		<link>https://bukhaeoenoni.com/jasintah-sogen-diwisuda-master-of-education-pada-the-university-of-adelaide/</link>
					<comments>https://bukhaeoenoni.com/jasintah-sogen-diwisuda-master-of-education-pada-the-university-of-adelaide/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 00:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Adelaide]]></category>
		<category><![CDATA[Atoni Meto]]></category>
		<category><![CDATA[Bobo Casse]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Master of Education]]></category>
		<category><![CDATA[The University of Adelaide]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bukhaeoenoni.com/?p=25</guid>

					<description><![CDATA[Istri, Jasintah Sogen, diwisuda bersama ratusan wisudawan/wati dari the Faculty of Arts, Business, Law and Economics dan sebagian kecil dari anggota Faculty of Science, Engineering and Technology pada the University of Adelaide. Wisuda ini diterimakan untuk jenjang pendidikan Bachelor Degree, Graduate Diploma, Honor Degree, Master Degree dan Doctoral Degree pada tanggal 23 September 2025 di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istri, Jasintah Sogen, diwisuda bersama ratusan wisudawan/wati dari the Faculty of Arts, Business, Law and Economics dan sebagian kecil dari anggota Faculty of Science, Engineering and Technology pada the University of Adelaide. Wisuda ini diterimakan untuk jenjang pendidikan Bachelor Degree, Graduate Diploma, Honor Degree, Master Degree dan Doctoral Degree pada tanggal 23 September 2025 di Bonython Hall the University of Adelaide pada jam 10 pagi waktu setempat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-46" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.17-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.17-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.17-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.17-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Wisuda yang dilaksanakan oleh the University of Adelaide berlangsung selama satu pekan, setiap harinya diadakan 2 kali wisuda, yakni pada jam 10 pagi dan jam 2 sore waktu setempat.</p>
<p>Wisudawan/wati jenjang S2 (master degree) dari Master of Education, Jasintah dan kawan-kawannya berjumlah 21 orang. Mayoritas wisudawan/wati adalah pelajar internasional dan hanya sedikit saja yang merupakan pelajar local (Australia).</p>
<div id="attachment_50" style="width: 410px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-50" class="size-medium wp-image-50" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.30.00-400x300.jpeg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.30.00-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.30.00-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.30.00-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-50" class="wp-caption-text">Bersama anggota keluarga besar Kelurahan Adelaide</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acaranya sangat sederhana, dimulai dari wisudawan/wati bachelor, graduate, honor dan master masuk duduk duluan di dalam hall, kemudian orangtua atau keluarga masuk dan dilanjutkan dengan perarakan calon doctor menuju panggung kehormatan diiringi musik. Para calon doktor didapuk untuk duduk di atas panggung wisuda.</p>
<div id="attachment_52" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-52" class="size-medium wp-image-52" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.42-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.42-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.42-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.42-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-52" class="wp-caption-text">Anthea adalah keluarga local yang sangat dekat dengan kami</p></div>
<p>Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional Autralian Fair dan pidato singkat dari Chancellor, Catherine Branson, AC.SC dan pengakuan Adelaide sebagai tanah milik masyarakat Aborigin dari suku Gadigal.</p>
<p>Acara puncak wisuda diawali dengan penganugerahan Doctor of Honoris Causa (DHC)  kepada Profesor Emiritus Graeme Koehne AO sebagai outstanding composer dan pengajar musik yang berkontribusi untuk dunia, Australi dan Faculty of Arts, Business, Law and Economics the University of Adelaide yang dibacakan oleh Vice Chancellor Professor Peter Hoj Ac.</p>
<div id="attachment_48" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-48" class="size-medium wp-image-48" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.161-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.161-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.161-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.161-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-48" class="wp-caption-text">Pak Theo bersama istri</p></div>
<p>Emeritus Professor Graeme Koehne AO sebagai penerima gelar DHC diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato akademiknya yang diawali dengan penampilan musik klasik hasil komposisinya. Dalam pidatonya, beliau berbicara tentang waktu. Sebagai seorang pemusik dia berpikir tentang waktu. Baginya waktu sangat berarti, sangat berharga, waktu adalah uang. Waktu bergerak satu arah. Sangat cepat ketika kita muda.</p>
<div id="attachment_49" style="width: 410px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-49" class="size-medium wp-image-49" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.16-400x300.jpeg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.16-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.16-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.16-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-49" class="wp-caption-text">Lulu dan anaknya</p></div>
<p>Setiap wisudawan/wisudawati pun mendapatkan kesempatan, mereka diundang tampil ke depan untuk berfoto bersama Chancellor.</p>
<p>Wisuda diakhiri dengan foto bersama teman dan keluarga di sepurataran kampus.</p>
<div id="attachment_47" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-47" class="size-medium wp-image-47" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.18-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.18-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.18-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.41.18-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-47" class="wp-caption-text">Foto bersama biar mereka juga ketularan agar cepat wisuda</p></div>
<p>Menghadiri acara wisuda, kami berangkat dari Sydney ke Adelaide pada hari minggu pagi dengan penerbangan jam 6 waktu Sydney dan tiba di Adelaide jam 8 waktu setempat. Kami pun dijemput oleh saudara kami, Nelson Klau. Nelson ini adalah adik semester saya pada Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang, tapi saat ini dia sudah menjadi Associate Professor di Torrens University Adelaide dan sudah mendapatkan Permanent Resident dan baru saja membeli sebuah rumah. Kami dijemput ke rumahnya untuk sekalian mengunjungi mereka.Di sana kami disuguhi berbagai makanan dan minuman.</p>
<div id="attachment_54" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-54" class="size-medium wp-image-54" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.30-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.30-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.30-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.30-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-54" class="wp-caption-text">Nelson, Ika dan Albert</p></div>
<p>Siangnya kami dijemput oleh Greg Asa. Greg ini adalah teman kuliah saya di Flinders University dan adik jauh juga pada Fakultas Filsafat UNWIRA. Kakanya Romo Delvi Asa adalah teman angkatan saya. Greg sendiri nikah dan sekarang menetap di Adelaide. Dia pun sekarang dalam tahap akhir menyelesaikan thesis doctoralnya pada Torrens University, dan dosen pembimbingnya adalah Ass Prof Nelson Klau Fauk.</p>
<div id="attachment_55" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-55" class="size-medium wp-image-55" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.25-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.25-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.25-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.25-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-55" class="wp-caption-text">Goris, Melan, Christian dan Adriel</p></div>
<p>Selama mengikuti acara wisuda di Adelaide kami tinggal di rumahnya Greg di Morphett Valle. Greg antar jemput kami ke mana saja kami mau pergi. Malam setelah wisuda kami kumpul teman-teman Adelaide, yakni Nelson sekeluarga, Goris Suri sekeluarga dan Greg, kami makan bose dan <em>sisi fafi </em>di Morpett Valle.</p>
<div id="attachment_56" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-56" class="size-medium wp-image-56" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.24-300x400.jpeg" alt="" width="300" height="400" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.24-300x400.jpeg 300w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.24-768x1024.jpeg 768w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.24-scaled.jpeg 1920w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-56" class="wp-caption-text">Bersama Greg Asa</p></div>
<p>Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung istri saya Jasintah Sogen dalam menyelesaikan kuliahnya pada the University of Adelaide. Terutama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sudah memberikan beasiswa penuh untuk pendidikan istri tercinta. Terima kasih kepada bapak Thomas sekeluarga di Port Adelaide yang memberikan rumahnya di Woodville Gardens kepada istri untuk ditempati selama 2 tahun. Teman-teman keluarga besar Timor di Adelaide Nelson Klau, Goris Suri, Greg Asa, Oscar Asbanu, ka An dan keluarga masing-masing. Pak Budi di St. Marys sekeluarga, Adi dan Wika, Anthea Mary dan keluarga besar Komunitas Katolik Indonesia (KKI) Adelaide dan Pater Thomas. Teman satu rumah, pak Theo sekeluarga. Teman sekaligus pemilik Heart and Soul Adelaide, Aloy dan Adrian dan juga rekan kerja Lulu dan keluarga kecilnya. Juga tidak lupa teman-teman kuliah istri, Stefani dan kawan-kawannya. Terima kasih sebesar-besarnya juga kepada keluarga besar Bobo Casse, Tafuli, Sogen dan Koten di mana saja berada yang sudah mendukung istri dengan caranya sendiri-sendiri. Dan semua saja yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas doa dan dukungan anda sekalian.</p>
<div id="attachment_51" style="width: 410px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-51" class="size-medium wp-image-51" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.59-400x300.jpeg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.59-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.59-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-25-at-08.29.59-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-51" class="wp-caption-text">Stefani teman seperjuangan dari Kupang</p></div>
<p>Acara wisuda bisa ditontong pada link berikut ini https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=ckex0PfZboA&amp;feature=youtu.be</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bukhaeoenoni.com/jasintah-sogen-diwisuda-master-of-education-pada-the-university-of-adelaide/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rehap Kuburan Tua Bobo Casse</title>
		<link>https://bukhaeoenoni.com/rehap-kuburan-tua-bobo-casse/</link>
					<comments>https://bukhaeoenoni.com/rehap-kuburan-tua-bobo-casse/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 02:44:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Atoni Meto]]></category>
		<category><![CDATA[Bobo Casse]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Indigenous people]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oecusse]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bukhaeoenoni.com/?p=1</guid>

					<description><![CDATA[Keluarga besar Bobo Casse dari Timor Leste (Oecusse-Ambeno), Dili dan Indonesia (Manamas-Manufonu, Ayotupas, &#38; Kupang) berkumpul di Sikone-Bobo Casse, Timor Leste memperbaiki dan merehab sebanyak 13 kuburan tua yang sudah berusia ratusan tahun. Ini merupakan kesempatan yang sangat langka dan berahmat karena mempertemukan keluarga Bobo Casse setelah terkahir kali bertemu pada tahun 2017. Pertemuan keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Keluarga besar Bobo Casse dari Timor Leste (Oecusse-Ambeno), Dili dan Indonesia (Manamas-Manufonu, Ayotupas, &amp; Kupang) berkumpul di Sikone-Bobo Casse, Timor Leste memperbaiki dan merehab sebanyak 13 kuburan tua yang sudah berusia ratusan tahun.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-33 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0799-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0799-scaled.jpg 2560w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0799-400x267.jpg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0799-1024x683.jpg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0799-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Ini merupakan kesempatan yang sangat langka dan berahmat karena mempertemukan keluarga Bobo Casse setelah terkahir kali bertemu pada tahun 2017. Pertemuan keluarga Bobo Casse ini dirasakan sangat penting oleh keluarga Bobo Casse Indonesia dan Timor Leste karena dapat mempertemukan jalinan persaudaraan yang sudah hampir terputus setelah konflik internal keluarga sejak jaman penjajahan Portuguese. </p>
<p>Keluarga tidak saling mengenal. Bertemu pun mungkin saling menganggap sebagai orang lain, padahal masih satu darah, satu nenek moyang, satu <em>ume le&#8217;u</em> (rumah adat), yakni Sonaf Fatubijae, satu <em>fatu kanaf </em>dan <em>oe</em> <em>kanaf.</em></p>
<p>Kuburan-kuburan yang direhap adalah milik Benu Bana, Taeki Bana, Lasi Bobo, Lasi Bana, Benu Lulan, Ifo Bobo, Taeki Lulan, Katu Bastian, Taeki Bobo, Apoi Bobo dan suaminya Taeki Sonbai, dan Balaib Lasi. Rehap kuburan berlangsung selama kurang lebih seminggu dari tanggal 27 hingga 30 Agustus 2025.</p>
<div id="attachment_34" style="width: 2570px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-34" class="wp-image-34 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.36.28-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.36.28-scaled.jpeg 2560w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.36.28-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.36.28-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.36.28-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-34" class="wp-caption-text">Kuburan ini dibungkus oleh sebuah pohon beringin tua berusia ratusan tahun. Pada kuburan ini terdapat 8 jenazah.</p></div>
<p>Acara rahabilitasi kuburan dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan generasi tua dan muda, anak, cucu, cece dan cicit yang merepresentasi keluarga besar Bobo Casse.</p>
<p>Generasi tua yang hadir dari garis keturunan laki-laki Eurico da Costa Bobo (Nuslao), Jose Bobo (Bihala), Alex Bobo (Wini), Paulus Ellu-Bobo (Manamas), Yoseph Bobo (Manufonu), dan istri mendiang almarhum Agus Bobo (Ayotupas). Saudari mereka yang hadir pada saat itu adalah Aluija Bobo (Oebaha), Aludo Bobo (Oecusse), Magdalena Elu (Manufonu), Kornelia Elu (Benus). Generasi muda yang hadir antara lain Yanto Bobo (Kupang), Kuluhun (Marthino Bobo, Nivio Fernandez Bobo, Caetano da Costa Bobo, Jhony Bobo, Luis Bobo (Muti)), Oecusse (Je Bobo (Bolkenat), John Bobo, Luis Bobo (Metan-Sonaf Fatubijae), Edy Bobo), Tony Bobo (Ayotupas) dan Edu Colo (Bolkenat), Manamas (Robert Elu dan Olgi Bobo). Saudari mereka yang hadir adalah Alcina Bobo (Kuluhun), Oecusse (Udis Elu), Manamas (Hana Elu dan Annas Elu),</p>
<p>Hadir juga keturunan dari beberapa fetonaij mnasi seperti Apoi Bobo, para amaf Bobo Casse seperti Mau-Aisnao, Bele-Asa, Besi-Nube dan Sako-Mataus yang terhimpun dalam keluarga besar Bobo Casse di Oeucsse, Buneu, Sikone, dan Fatubijae. Dalam tuturan keluarga besar Bobo Casse di Manamas, mereka tidak mengenal Sako-Mataus tetapi Simao-Antoin. Namun perbedaan ini tidak terlalu mendasar dalam penyebutan amaf-amas Bobo Casse.</p>
<div id="attachment_35" style="width: 1290px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-35" class="wp-image-35 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.39.07.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.39.07.jpeg 1280w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.39.07-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.39.07-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.39.07-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><p id="caption-attachment-35" class="wp-caption-text">Foto ini diambil saat pertemuan keluarga untuk memperkenalkan diri dan keturunan dari nenek/bai.</p></div>
<p>Acara rehap kuburan dimulai dengan ritual <em>fo fatu</em>, dimana semua berkumpul dan berdoa kepada Usi Neno, Usi Pah, bei-naij di kuburuan yang akan direhap untuk memohon penyertaan dan petunjuk mereka dalam kegiatan rehabilitasi kuburan. Doa dipimpin satu orangtua di dahului dengan tuturan adat. Setelah tuturan adat selesai dilakukan penyembelihan ternak. Dilanjutkan dengan melihat <em>nenun. </em>Tujuan dari ritus ini untuk mengetahui apakan kegiatan yang hendak dilakukan mendapat persetujuan dari bei-naij atau tidak. Jika <em>nenun </em>tidak baik maka, keluarga besar akan duduk berdiskusi lagi untuk mencari mengapa <em>nenun </em>tidak baik. Apakah itu karena kesalahan tutur adat atau karena hal yang lain. Saya teringat tahun 2017 saat hendak membawa barang-barang sonaf Fatu Bijae dari Manamas ke Oecusse. Pada saat keluarga besar Dili dan Oecusse sudah datang ke Manamas, terjadi ketidaksetujuan dari beberapa orangtua dan amaf untuk membawa barang-barang sonaf ke Fatu Bijae. Saat mereka tutur dan bunuh hati babi, <em>kuan </em>yang biasa mereka lihat pada hati ternak terbelah dua. Terbelahnya bukan karena tersayat atau terpotong pisau, tetapi secara alami bagian yang disebut <em>kuan </em>membentuk dua bagian. Akhirnya kami bicara baik-baik dengan pihak-pihak yang tidak setuju. Setelah semua sepakat, kami sembelih lagi satu ekor babi dan setelah kami lihat <em>kuan</em> menjadi satu. Kami pun membawa barang-barang itu Kembali ke Fatu Bijae. Kejadian yang sama juga terjadi di Sikone pada tanggal 27 Agustus 2025 siang. Beberapa orangtua melakukan ritus <em>fo fatu</em> tanpa kehadiran keluarga yang lain. Hasilnya pun tidak baik. Akhirnya kami diskusiakan dengan para orangtua dan kami memutuskan untuk membuat ritual baru yang dihadiri oleh semua keluarga yang datang. Dan hasilnya pun baik.</p>
<div id="attachment_38" style="width: 2570px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-38" class="wp-image-38 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0598-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0598-scaled.jpg 2560w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0598-400x267.jpg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0598-1024x683.jpg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0598-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-38" class="wp-caption-text">Setiap keluarga membawa hantaran berupa beras, sopi, sayur, dan sapi/babi/kambing</p></div>
<p>Ritus ini disusul dengan <em>tekes</em>. Pada ritus ini daging dari ternak yang tadinya disembeli yang sudah matang bersama makanan, <em>tua </em>(sopi), dan air dibawa ke kuburan yang akan direhap kemudian didoakan melalui tutur adat. Setelahnya semua anggota keluarga yang hadir mengambil bagian dalam <em>tolas </em>(makan bersama) hingga selesai. Umumnya daging dan nasi/jagung biasanya disimpah dalam bakul anyaman. Semuanya harus dihabiskan. Tidak boleh ada sisa.</p>
<p>Setelah <em>tolas </em>dilaksanakan dilanjutkan dengan pekerjaan rehab kuburan dan makan bersama sesuai jam makan.</p>
<div id="attachment_36" style="width: 2570px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-36" class="wp-image-36 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0702-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0702-scaled.jpg 2560w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0702-400x267.jpg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0702-1024x683.jpg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_0702-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-36" class="wp-caption-text">Kuburan sedang dibangun oleh para tukang</p></div>
<p>Selama acara rehap kuburan, semua anggota keluarga Bobo Casse tidur di area pemakaman. Tidak ada yang kembali ke rumahnya. Meskipun mereka yang rumahnya dekat area pekuburan seperti Sikone, Fatu Bijae, Buneu, dll. Semua aktivitas selama 4 hari dipusatkan di pekuburan Sikone dan <em>Oe Kanaf</em> Bobo Casse.</p>
<p>Perkenalan keluarga dilaksanakan pada tanggal 29-30 Agustus 2025. Banyaknya orang yang hadir, mengharuskan acara ini dilaksanakan selama 2 hari. Perkenala ini sangat penting karena sebagian besar yang hadir belum saling mengenal.</p>
<p>Acara puncak dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025. Sekitar 9 ekor sapi, kambing dan babi yang disembelih tidak terhitung. Acara puncak dilaksanakan dengan tuturan adat dan doa seperti pada acara <em>fo fatu</em>. Dilanjutkan dengan makan Bersama dan membagi daging, beras, minuman berupa sopi, minuman ringan ke semua anggota keluarga yang hadir, tanpa terkecuali.</p>
<div id="attachment_37" style="width: 1290px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-37" class="wp-image-37 size-full" src="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.37.44.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.37.44.jpeg 1280w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.37.44-400x300.jpeg 400w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.37.44-1024x768.jpeg 1024w, https://bukhaeoenoni.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-14-at-14.37.44-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><p id="caption-attachment-37" class="wp-caption-text">Hari terakhir daging dan barang dibagikan kepada semua orang yang hadir.</p></div>
<p>Terima kasih kepada keluarga besar Bobo Casse, Oecusse (Fatubijae, Bihala, Sikone, Nuslao, Buneu, Oecusse) yang sudah mempersiakan acara rehab kuburan ini berjalan dengan baik. Terima kasih juga kepada keluarga besar Dili, Manamas-Manufonu, Ayotupas dan Kupang yang sudah datang dan menghadiri peristiwa penting ini. Terima kasih kepada semua keluarga besar, <em>naijuf, fetonaij, amaf-amaf (Mau-Aisnao, Bele-Asa, Besi-Nube, Sako-Mataus. </em></p>
<p>Sampai jumpa di Agustus 2027.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bukhaeoenoni.com/rehap-kuburan-tua-bobo-casse/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
